MATHEMATICS

Minggu, 19 Oktober 2008

Buku Baru: Siap Mengadapi Ujian Nasional 2009

Buku baru matematika: Siap Menghadapi Ujian Nasional 2009 terbitan Grasindo, Jakarta.


Salah satu kegunaan hasil Ujian Nasional adalah sebagai penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Hal itulah yang sering menjadi kegelisahan dan kekhawatiran para peserta didik. Ketakutan tidak lulus sering dirasakan oleh peserta didik yang akan menempuh Ujian Nasional.

Kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan akan hasil Ujian Nasional tidak perlu terjadi bila peserta didik mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Seri Siap Ujian Nasional 2009 merupakan buku yang tepat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional 2009.

Buku ini menyajikan Ringkasan Materi, Contoh Soal dan Pembahasan, Latihan Soal per Bab, Soal Ujian Nasional 2008, dan Prediksi Ujian Nasional 2009.
• Rangkuman Materi disajikan pada setiap pokok bahasan. Dengan rangkuman materi peserta didik diharapkan dapat mengingat kembali materi pelajaran yang akan diujikan.
• Contoh Soal dan Pembahasan disediakan untuk melatih peserta didik dalam
menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional sehingga mengetahui strategi penyelesaiannya.
• Latihan Soal per Bab disediakan untuk melatih peserta didik dalam mengerjakan soal-soal sesuai materi-materi dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).
• Ujian Nasional 2008 merupakan soal-soal Ujian Nasional 2008.
• Prediksi Ujian Nasional 2009 merupakan gambaran soal yang akan keluar dalam Ujian Nasional 2009.

Selamat berlatih dan selamat meraih kesuksesan dalam Ujian Nasional!


Jakarta, Oktober 2008

Soal Latihan Menyelesaikan Persamaan Kuadrat

Teman-teman siswa sekalian, untuk melengkapi bahasan kita mengenai Penyelesaian Persamaan Kuadrat di kelas matematika. Berikut ini ada soal-soal latihan yang bisa di download untuk latihan di rumah baik secara individu maupun dengan kelompoknya masing-masing. Selamat Berlatih. Semoga usaha dan kerja keras kita diberkati Allah dan membuahkan hasil yang optimal. GBU

Soal Latihan Penyelesaian Persamaan Kuadrat

Salam,
HJS

Soal Minggu Ini 20102008

Kamis, 16 Oktober 2008

JANGAN MENYERAH

Salah satu materi yang sekarang ini sedang dipelajari oleh kelas 12 baik IPA maupun IPS adalah Program Linier. Program Linier adalah suatu teknik optimalisasi dimana variabel - variabelnya linier. Metode ini dipakai pada saat kita dihadapkan pada beberapa pilihan dengan batasan-batasan tertentu, sedangkan di lain pihak kita menghendaki keputusan yang optimum (maksimum/minimum). Ketika mempelajari

Rabu, 15 Oktober 2008

Matematika Dapat Membantu Menyembuhkan Leukemia

Ketika banyak anak-anak mengeluh bahwa matematika di sekolah sulit dan tidak banyak berguna bagi kehidupan nyata, maka jawaban baru yang dikemukakan saat ini adalah bahwa dengan matematika kita dapat menyembuhkan kanker.

Dalam penelitian terbaru yang mengkombinasikan matematika dan ilmu kedokteran, para peneliti telah menemukan bahwa pasien dengan Leukemia Mielositik /Granulositik Kronik (LMK) dapat disembuhkan dengan pemberian vaksin kanker yang optimal, dimana waktu diberikannya akan tergantung dari respon kekebalan tubuh masing-masing.

Di dalam jurnal PLoS Computational Biology edisi Juni tanggal 20 kemarin, profesor matematika Doron Levy dari Universitas Maryland, profesor di bidang hematologi Peter P. Lee dari Fakultas Kedokteran Stanford, dan Dr. Peter S. Kim, Ecole Superieure d’Electriciter (Gif-sur-Yvette, France), menjelaskan bahwa mereka telah berhasil menciptakan sebuah rumus matematika yang dapat memprediksikan respon kekebalan anti-leukemia pada pasien dengan LMK yang menggunakan obat imatinib. Respon kekebalan tubuh ini dapat distimulasi dengan suatu cara yang mungkin dapat memyembuhkan leukemia.

“Dengan mengkombinasikan data baru biologi dan rumus matematika, kami menemukan aturan untuk menciptakan suatu terapi yang dapat menyesuaikan diri dengan spesifikasi masing-masing pasien,” kata Levy. “Berikan kami 1000 pasien dan dengan rumus matematika ini, kami dapat memberikan anda 1000 rencana terapi yang berbeda.”

Matematika dan Leukemia

Pernikahan antara ilmu matematika dan biologi ini hanyalah awal dari perkembangan terbaru di dunia kedokteran, masih banyak lagi perhitungan-perhitungan lainnya untuk membantu mengerti bagaimana leukemia terjadi dan perkembangannya. Penelitian Levy, Lee, dan Kim berbeda perhitungan dalam hubungannya dengan efek dari obat imatinib, obat yang telah berhasil membuat remisi pada pasien LMK.

Mereka ingin melihat apakah mereka dapat membangun suatu model matematika, atau seperangkat aturan yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk remisi pada masing-masing pasien penderita leukemia. Selama jangka waktu 4 tahun, laboratorium Lee mengumpulkan data dari pasien LMK, mengukur kadar kekuatan dari respon kekebalan tubuh mereka, dalam bentuk jumlah dan aktivitas dari sel T anti-leukemia, pada waktu yang berbeda selama terapi imatinib.

“Hasil yang kami peroleh menggambarkan bahwa bukan hanya obat yang membuat remisi leukemia, namun juga respon kekebalan tubuh alami,” kata Levy. “ Setelah memulai pengobatan dengan imatinib, respon kekebalan anti-leukemia di tubuh secara perlahan-lahan meningkat. Meskipun begitu, respon anti-leukemia di tubuh akan melemah setelah mencapai puncaknya. Hal ini sering terjadi di dalam terapi.”

“Sel Leukemia masih tetap ada, namun dalam jumlah yang minimal yang dapat menyebabkan respon kekebalan tubuh menurun. Sayangnya, waktu ini adalah saat yang sangat tepat bagi sel kanker untuk menjadi sel yang resisten (kebal) obat dan membuat terapi menjadi tidak efektif.”
Sumber : www.leukemia101.com

Waktu Terbaik untuk Respon Kekebalan Tubuh

Selain data klinis dari Lee mengenai kekebalan tubuh, model matematika yang dibuat oleh Levy menyatakan bahwa kekebalan tubuh pasien sebaiknya di “boosted” pada waktu respon kekebalan tubuhnya mulai melemah. Stimulasi dapat diambil dalam bentuk vaksin kanker, dimana darah pre-terapi dari pasien diambil dan dilakukan radiasi untuk mematikan sel kanker aktif, kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien. Suatu stimulasi yang sangat kuat dalam hal sistim kekebalan tubuh dilakukan secara in vitro di dalam laboratorium Lee.

“Pendekatan matematika ini menunjukkan bahwa sangat penting untuk menghubungkan antara vaksin kanker dengan profil kekebalan tubuh di masing-masing individu,” kata Levy. “Stimulasi matematika menyatakan bahwa vaksin yang diberikan pada permulaan bulan sebelum terapi dimulai tidak akan ada efeknya dalam perkembangan penyakit, sebaliknya, waktu pemberian vaksin yang tepat dapat menyembuhkan penyakit.”

Terapi Pengobatan Individu

Dinamika dari kekebalan tubuh pasien berbeda-beda. Disinilah matematika dapat berperan, kata Levy,”Kita dapat menemukan aturan yang dapat diaplikasikan pada masing-masing pasien. Kita dapat mengukur parameter pasien untuk menemukan dosis mana yang paling efektif. Matematika menyediakan peralatan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan pengobatan kepada pasien.”

“Sementara beberapa parameter dapat diukur di laboratorium, model matematika membantu kita mengerti mekanisme mengontrol penyakit dan menunjukkan bagaimana cara menggunakan pengetahuan tersebut untuk keuntungan kita.”

sumber: http://kosongempat.wordpress.com


Senin, 13 Oktober 2008

Sebuah Undangan Untuk Berbagi Pengalaman Mengajarkan Matematika

"Sebuah Sisi Lain Mengajarkan Matematika" demikian judul postingan saya kemarin. Saya menerbitkan postingan tersebut dengan harapan isinya dapat"menggerakkan" hati-bathin kita agar bisa saling berbagi satu dengan yang lain. Saling menguatkan dalam menjalani panggilan hidup sebagai pendidik yang mendidik dan mengajar lewat matematika.Yang notabene merupakan pelajaran yang acapkali dianggap "momok' bagi sebagian besar orang (bukan hanya sebagian besar siswa).

Tentu tidak mudah mengajarkan mata pelajaran yang sebagian besar siswanya sudah apriori, mempunyai persepsi negatif terhadap matematika. Sehingga ada banyak pergulatan yang dialami dalam belajar dan mengajarkan matematika. Oleh karena itu, Rumah Matematika mengundang bapak-ibu guru di seluruh nusantara untuk saling berbagi dan menguatkan dalam bentuk tulisan yang akan dipublikasikan di rumah matematika. Bagi bapak ibu guru yang berminat silakan mengirimkan curah gagasannya via email ke HJ_Sriyanto@yahoo.co.id atau Hermanjoyo@gmail.com.

Saya tunggu sharing pengalaman-pengalamannya mengajarkan matematika.

Salam,
HJS

Sebuah Sisi Lain Mengajarkan Matematika


Seorang teman baik, kolega saya yang pastor - yang menikahkan saya dengan istri dan yang juga membaptis anak saya Lintang Lanang, bercerita tentang sisi lain mengajarkan matematika di suatu tempat di negeri ini.


Pada hari ini, tepatnya tadi siang, saya kembali mengadakan test "mencongak" untuk siswa kelas X. Sebagian hasilnya adalah sbb:
1). 18 : 3 = .... ada 16 siswa menjawab benar (dari 21 orang siswa)
2). 0 + ( - 4 ) = .... 6 siswa menjawab hasilnya = 0, sementara 5 siswa menjawab hasilnya = 4, yang lain benar
3). 1/2 + 1/5 = ..... 11 siswa menjawab hasilnya = 2/7, 7 siswa menjawab hasilnya = 2/10 dan siswa yang lain menjawab benar
4). 10 m - m =.... 18 dari 21 siswa menjawab salah (kebanyakan menjawab hasilnya = 10)

Kepala saya langsung pusing sebelah. Sebelumnya saya juga sudah minta 2 siswa yang lumayan "mletik" untuk mengajari teman-temannya, namun tidak berhasil dan akhirnya dia mogok tidak mau lagi mengajar teman-temannya.

Hari ini juga, saya iseng bertanya kepada ibu guru yang mengajar fisika:
Apakah anak-anak paham dan mengerti ketika ibu menjelaskan perihal teori relativitas, reaktansi, induktansi dll? Ibu itu tidak menjawab dan hanya tersenyum.... getir sekali....

Siang ini juga, ada seorang ibu guru bertanya kepada para siswa di salah satu kelas XI. Dia guru bahasa inggris dan bertanya dalam bahasa Indonesia:
"Pada akhir bulan desember tahun 2008 ini, saya sudah akan genap selama lima semester mengajar. Tahun berapa saya mulai mengajar di SMA ini?”
Jawab seorang anak yang ditunjuk: "tahun 2009 bu guru".
SO WHAT ?????

salam dan doa




Minggu, 12 Oktober 2008

Soal Minggu Ini 13102008

Diketahui suatu persegi panjang dan suatu persegi. Keliling persegi panjang sama dengan keliling persegi, demikian pula luas persegi panjang sama dengan luas persegi. Jika panjang sisi persegi 6 cm, maka luas suatu bangun yang sama dengan jumlah luas persegi panjang dan luas persegi adalah…

Jumat, 10 Oktober 2008

RPP Matematika SMA

Dua minggu ini, saya sedang menyiapkan akreditasi sekolah. Agak repot memang! Tapi serepot apapun mesti diusahakan sebaik-baiknya, sebab itu menyangkut kelanjutan dan keberlangsungan sekolah kita. Dan itu artinya juga keberlangsungan hidup saya sendiri. Sebab saya bekerja di sekolah swasta. Bagi bapak ibu guru di seluruh nusantara yang sedang menyiapkan akreditasi, berikut ini ada RPP Matematika SMA. Mesti tidak lengkap amat dan perlu dibuat perubahan disana-sini, silakan saja didownload. siapa tahu berguna dan membantu...


RPP Matematika SMA Kelas X

RPP Matematika SMA Kelas XI IPA

RPP Matematika SMA Kelas XII IPA

RPP Matematika SMA Kelas XII IPS


Semoga bermanfaat...

Salam,
HJS

Silabus Matematika SMA

Bagi bapak ibu guru matematika di seluruh Indonesia yang mungkin sedang menyiapkan akreditasi sekolah. Berikut ini Rumah Matematika menyediakan Silabus Bidang Studi Matematika.
Silabus Matematika SMA

Silakan didownload saja. Semoga membantu dan bermanfaat!

Salam,
HJS

Blog Matematika

Sampai hari ini kalau dilakukan survei terhadap pelajaran yang paling " ( menurut anda ) " saya rasa Matematika tetap menempati rangking pertama. Tetapi meskipun demikian minat orang terhadap matematika itu tidak pernah surut, setiap tahun misalnya ada saja siswa di tempat saya mengajar yang meneruskan kuliahnya di jurusan matematika . Nah hal yang sama juga terjadi di dunia maya, ternyata minat

Kamis, 09 Oktober 2008

Latihan Soal Ujian Nasional

Rumah Matematika mencoba menyediakan soal-soal untuk latihan persiapan ujian nasional baik SD, SMP maupun SMA. Silakan didownload aja bagi yang membutuhkan. Bagi yang butuh bukunya, silakan cari buku-buku saya di toko buku di seluruh Indonesia.
Semoga bermanfaat...


Salam,
HJS

Belajar Eksponen & Logaritma Di Rumah

Bagi teman-teman yang mau mencoba untuk belajar dan berlatih materi eksponen & logaritma di rumah, ini ada soal yang kemarin dipakai untuk tes mid semester. Silakan download dan Selamat Berlatih.

Soal Eksponen & Logaritma




Rabu, 08 Oktober 2008

"Proof" Sebuah Pembuktian Diri

Sebuah rumah di pojok Chicago. Rumah itu diliputi rumus matematika, berserak angka, ribuan pertanyaan dan penuh perdebatan soal bilangan prima, namun juga terselip sebuah cinta.

Di rumah itu seorang ahli matematika dari Universitas Chicago, Robert (Anthony Hopkins) tinggal bersama putrinya Catherine (Gwyneth Paltrow). Kehidupan Catherine bersama ayah yang telah lama menjadi orang tua tunggal bagi Catherine dan kakaknya Claire (Hope Davis) di Chicago berjalan normal. Namun, kehidupan mereka berubah 180 derajat menyusul penyakit serta obsesi besar Robert terhadap matematika yang membuatnya harus dikucilkan pihak universitas tempatnya mengajar dan mendesak keluarga Robert untuk merawat Robert di Rumah Sakit Jiwa.

Sejak itu, Catherine memutuskan untuk berhenti kuliah dari Universitas Northwestern dan merawat sang ayah yang menolak dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Sementara itu, Claire yang beberapa waktu sebelumnya memang telah bekerja dan tinggal di New York memilih jarang pulang dan hanya sesekali melakukan komunikasi dengan sang ayah lewat telpon. Sedangkan Robert semakin tenggelam dengan keasyikannya mencari terobosan baru dalam matematika.


Kondisi ini praktis membuat Catherine semakin terasing dengan lingkungan luar. Ia hanya keluar rumah seperlunya dan tak punya teman kecuali sang ayah. Hari-harinya hanya diisi dengan merawat sang ayah sekaligus mengotak-atik beragam rumus yang merupakan bagian dari pencarian ayahnya untuk menemukan hal baru dalam dunia matematika. Tak heran, obrolan mereka tentang hal-hal kecil sekalipun selalu dikaitkan dengan dunia matematika. Satu malam di tengah butir-butir salju yang turun dan rasa dingin yang menyergap, Robert berhasil menyelesaikan suatu draft rumusan baru dalam Matematika. Draft tersebut tentu saja masih jauh dari sempurna dan harus banyak dilakukan serangkaian pembuktian agar rumusan tersebut bisa menjadi satu temuan yang valid. Robert menyerahkan draft tersebut kepada Catherine dan minta Catherine untuk membacanya.



Oleh Catherine, draft tersebut tak hanya dibaca, tapi juga dipelajari dan diuji dengan beragam formula dan teknik matematika baik yang pernah ia peroleh semasa kuliah maupun lewat beragam buku teori matematika di rumah. Saat yang sama, Robert terus mengerahkan semua pikiran dan waktu untuk menyelesaikan draft tersebut sehingga semakin tak mempedulikan kesehatan dan keadaan fisiknya. Berhari-hari tak mandi adalah "rutinitas" darinya dan Catherine tetap sabar merawat sang ayah.

Tanpa sengaja ada persaingan diam-diam antara ayah dan anak untuk menjadi yang terdepan dalam matematika. Keadaan ini berlangsung selama berbulan-bulan hingga satu malam saat Catherine telah menyelesaikan sebuah tulisan di satu buku catatan, ia dipanggil sang ayah. Ia pun menemuinya dan sekalian bermaksud menyampaikan hasil kerja matematika. Namun melihat Robert yang tampak sumringah dan lebih dulu menyerahkan kepadanya buku catatan yang merupakan kesimpulan sekaligus penyempurnaan dari draft yang pernah ia buat sebelumnya, Catherine mengurungkan niatnya. Catherine pun hanya bisa tercenung melihat catatan sang ayah. Tanpa pernah menunjukkan hasil kerja matematikanya pada sang ayah yang ahli matematika itu.

Tak lama setelah kejadian tersebut, Robert pun menghembuskan nafas terakhir. Kematian Robert meninggalkan banyak kesan bagi keluarga, sahabat, juga muridnya. Salah seorang murid Robert bernama Hal (Jake Gyllenhaal), ahli matematika termuda di universitas tempat Robert mengajar merupakan salah seorang pengagum Robert begitu terobsesi dengan pemikiran-pemikian Robert. Menjelang pemakaman Robert, Hal minta izin kepada Catherine untuk melihat catatan-catatan dan buku-buku Robert. Awalnya, Catherine keberatan, tapi secara perlahan ia pun mengizinkannya dengan syarat tak ada buku atau catatan yang dibawa pulang. Berhari-hari di rumah Robert membuat hubungan Hal dan Catherine semakin dekat.

Selepas pemakaman Robert yang dihadiri banyak orang, tak terkecuali Claire, Catherine memberikan kunci laci meja Robert kepada Hal. Hal pun segera membuka laci tersebut dan menemukan sebuah buku catatan. Begitu membaca dan menyimak isi buku setebal 40 halaman tersebut, Hal melonjak kaget. Menurutnya, buku tersebut memaparkan hal baru dalam dunia matematika dan ini merupakan karya besar. Untuk itu, ia minta izin kepada Catherine dan Claire untuk membawa buku catatan tersebut ke kampus karena ia perlu bantuan senior dan juniornya di kampus untuk mengkaji karya Robert tersebut sebelum dipublikasikan. Claire mengizinkan, tapi tidak dengan Catherine.

Catherine mendadak bersikap keras dan kasar begitu Hal menyebut buku catatan tersebut sebagai karya dan milik Robert. Menurut Catherine, buku tersebut adalah karya dan miliknya bukan karya dan milik Robert. Sikap tersebut kontan saja mengagetkan Hal dan Claire. Bagi mereka berdua, catatan tangan dalam buku tersebut adalah bukti nyata karya Robert dan di sisi lain catatan tangan tersebut jelas-jelas hanya bisa dihasilkan oleh seorang jenius yang telah lama mendalami dunia matematika lantaran yang dikemukan merupakan hal baru alias belum pernah ada sebelumnya. Dan ini artinya dalam kaca mata mereka tidak mungkin dilakukan oleh Catherine.

Lalu, siapa sebenarnya yang menulis buku catatan tersebut?

Catherine pun menghadapi dilema yang semakin berat. Ia mulai kehilangan rasa percaya pada Claire dan juga meragukan ketulusan cinta Hal. Parahnya lagi, Catherine juga semakin tak bisa memahami dirinya sendiri. Ia khawatir depresi yang dialaminya akan berubah menjadi "kegilaan" yang pernah diderita seumur hidup oleh sang ayah.

Di sisi lain Chaterine harus membuktikan bahwa buku catatan itu adalah hasil pemikiran dan kerja kerasnya, bukan milik Robert. Dan tentu ini bukan perkara mudah bagi Catherine yang kuliahnya saja nggak kelar. Namun dengan semangat yang membara untuk membuktikan siapa dirinya yang sesungguhnya, membuat Catherine tidak kenal lelah untuk terus berjuang. Berjuang mengalahkan kerapuhan jiwa dan rasa takut akan bayang-bayang kelam anggota keluarga yang paling dicintainya, demi menemukan jati dirinya yang sejati. Membuktikan siapa dirinya dan melepaskan diri dari bayang-bayang sang ayah yang kampiun matematika.

Dan Catherine memang membuktikan siapa dirinya yang sesungguhnya. Membuktikan kalau dirinya tidak kalah dengan sang ayah. Catherine tidak mau selalu berada di bawah bayang-bayang sang ayah dalam matematika. Kalau Catherine bisa, kita pun juga bisa!

Kini saatnya membuktikan! Melepaskan diri dari bayang-bayang yang menghantui diri kita dalam belajar matematika: rasa tidak percaya diri, selubung terror yang berwujud guru atau teman, dan menguak tabir yang selama ini menyelimuti diri kita: rasa cemas, ketakutan yang tidak beralasan terhadap matematika. Saatnya menunjukkan bahwa diri kita ada bukan nothing dan bisa berprestasi dalam matematika.


Minggu, 05 Oktober 2008

Soal Minggu Ini 06102008

Setelah cukup lama liburan. Nih ada soal mudah untuk mengaktifkan kembali kerja otak kita. Silakan dicoba.... Ini soal muncul ketika lagi menyiapkan soal untuk buku SMP disela-sela libur lebaran.


Edi memelihara ayam dan kambing. Jumlah ayam dan kambingnya 23 ekor. Jika jumlah kaki ayam dan kaki kambing Edi adalah 74. Berapakah jumlah ayam dan kambing Edi?

Gampangkan? So segera dikerjakan and aku tunggu jawabannya!

Oya, ini ada soal menarik. silakan dicoba!





Salam,
HJS